KETERTARIKAN
POSTINGAN DI SOSMED
OLEH: TITIK ISTIKOMAH
MAHASISWI PRODI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
Berbicara sosial media atau yang
sering di singkat menjadi sosmed, bukan hal baru lagi bukan yang namanya up
date status?. Baik itu di media sosial yang di kenal tweeter, facebook, line
atau yang lagi marak sekarang adalah aplikasi instagram. Melihat postingan
mereka seperti tak ada habisnya untuk meluapkan emosi mereka lewat
postingan-postingan mereka, dan ada ada saja kekonyolan atau kata kata dalam
kalimat yang mereka rangkai yang kadang lucu dan menimbulkan ketertarikan untuk
membaca postingan selanjutnya dari orang yang sama. Seperti kata-kata anak
jaman sekarang bilang “kepo”, yah, kata kepo akan menjadi penyakit yang tak
bisa di obati dengan bodrex, mixagrib, larutan atau adem sari, penyakit itu
adalah keinginan yang timbul dalam diri seseorang ketika mulai tertarik pada
postingan pertama, untuk selanjutnya ia akan terus mencari tau dan selalu ingin
tau apa postingan selanjutnya dari orang yang disukai postingannya tadi. Dan
banyak juga yang rela bela belain tidak jajan di sekolah gara gara uang
jajannya ia gunakan untuk membeli paket internet demi meliha postingan orang
tadi.
Bermula dari menyukai postingan
barlanjut pada penyakit kepo dan mulai naik ke level yang lebih tinggi,
seeorang mulai chat dengan orang yang punya postingan yang dianggapnya menarik,
mulai berbagi cerita, mengungkapkan beberapa alasan kenapa bisa menyukai setiap
postingannya, mulai berbagi pengalaman, sering curhat, bahkan gajak jalan di
waktu yang kosong. Intinya pada level ini seseorang mulai deket satu sama lain
gara gara sebuah postingan yang menarik untuk di baca. Dan untuk punya
postingan yang menarik seseorang tidak harus menempuh perguruan tinggi, karena
pada dasarnya postingan itu akan menarik apabila tidak di buat buat atau
tepatnya sesuai dengan si pembaca. Ada kadang postingan yang menurut orang lain
itu bagus sekali dan nyentuh sekali, padahal menurut kita itu postingan yang
lebay, alay, berlebihan dan tidak ada sisi yang membuat kita tertarik pada
postingan itu. Sebenarnya menarik atau tidaknya postingan seseorang tergantung
pada keadaan emosi si pembaca pada saat membaca postingan itu.
Selain itu ada juga seseorang
yang menyukai postingan orang lain karena ia menyukai orangnya. Jadi apapun
yang di postingan akan menjadi menarik bagi dia, meskipun postingannya mengandung
kata kata atau kalimat kasar seperti misu, bagi dia itu akan tetap dia sukai.
Pada masa ini seseorang bisa sama seperti orang yang jatuh cinta. Saat
sesesorang jatuh cinta, ada istilah “cinta itu buta”, yah, benar sekali. kata
buta disitu yan perlu di pelajari lebih dalam. Kata buta disitu bukan berarti
buta mata, tetapi tepatnya seseorang sudah tidak bisa membedakan mana yang baik
dan mana yang kurang baik untuk di cerna dalam keseharian, tapi hal itu tetap
mrnjadi satu hal yang dianggapnya menarik. Pokoknya apapun postingannya asal
yang memposting orang yang di sukai itu akan menarik dan patut diberi acungan
jempol atau istilah di sosmednya itu “like”.
Selain seseorang yang menyukai
postingan orang lain karena ia menyukai orangnya, ada juga seseorang hanya
iseng saja untuk memberikan acungan jempol alias “like” karena seseorang
tersebut tidak ada kerjaan atau hanya merasa kasian. Dan juga merasa patut unuk
di acungkan jempolkarena postingannya bikin menarik si pembaca. Postingan
memang tidak akan pernah ada hentinya, malah seseorang tidak akan pernah bisa
brhenti untuk memosting yang mereka inginkan. Malah setiap menit, detik dan jam
seseorang itu tidak enak bila tidak memosting. Itulah kebiasaan anak muda jaman sekarang yang mempunyai kebiasaan
memposting setiap saat. Walaupun hanya hal sepele.

0 komentar:
Post a Comment