Provinsi Madura Mungkinkah?
Oleh: Moh. Suardi




            Perjalanan sejarah Madura dimulai dari dari perjalanan Arya Wiaraja sebagai Adipati pertama di Pulau Madura sekitar abad ke 13 dalam kitab nagarakertagama terutama pada tembang 15 mengatakan bahwa Pulau Madura bersatu dengan Pulau Jawa, dan ini menunjukkan bahwa pada tahun 1365an orang Madura dan orang Jawa menjadi bagian komunitas memiliki budaya yang sama. Dengan demikian luas Pulau Madura secara keseluruhan sekitar 54.887 kilometer persegi, bisa  kita katakan sekitar 10% dari luas daratan Jawa Timur, adapun panjangnya Pulau Madura ini mulai dari Kamal sampai ke Kaleanget berkisar 180 km dan lebarnya 40 km, dan Pualu Madura ini terdapat Empat Kabupaten, yang diantaranya Kabupaten Bangkalan dengan keluasan berkisar 1.144,75 km2,  terjadi menjadi 8 Kecamatan, sedangkan Kabupaten Sampang luas Wilayahnya 1,321,86 km2 terbagi menjadi 12 Kecamatan, sedangkan Kabupaten Pamekasan dengan keluasan yang terbagi menjadi 13 Kecamatan, sedangkan Kabupaten Sumenep Pulau Madura paling ujung timur dengan keluasan wilayah 1.857,530 km2 dan terbagi 27 Kecamatan yang terbesar di  Pulau Madura karena kabupaten Sumenep mempunyai wilayah daratan dan kepulauan.
            Dalam konteks sejarah bahwa Madura mempunyai keterlibatan panjang dengan Belanda, hal ini bukannya karena ada kepentingan Belanda di Madura, namun di karenakan keterlibatan orang-orang Madura yang ada di Jawa Timur mulai dari abad XVII, yang mempunyai keinginan menjadi daerah kekauasaan yang luas yang lepas dari kekuasaan raja-raja Mataram di Jawa pada saat itu, dan memberikan motivasi penguasa di Madura agar tidak mudah tunduk kepada raja Mataram.
            Dengan bergulirnya isu bahwa Pulau Madura akan bercerai dengan Jawa Timur  ingin menjadi Provinsi sendiri, ini merupakan salah satu isu yang sangat penting dan aktual bagi  masyarakat Madura, dan ada yang lebih penting lagi dari isu tentang pemekaran wilayah atau pembentukan Provinsi Madura ini harus menjadi salah satu yang harus diproyeksikan dan harus diutamakan mampu meningkatkan kualitas dan pemerataan terhadap masyarakat Madura terutama di daerah-daerah terpencil diantaranya daerah Kepulauan.
            Impian masyarakat Madura untuk menjadi Provinsi ini bukanlah sebuah isu  baru yang di gulingkan oleh tokoh-tokoh Madura, isu ini bergulir mulai tahun 2007 yang lalu, karena mereka menganggap bahwa Madura ini mempunyai potensi yang sangat bagus dari sisi Sumber Daya Alamnya merupakan salah satu kekayaan yang ada di kepualaun Madura bahkan di Jawa Timur yang kaya dengan gas bumi di pulau Pagerungan Sumenep ini merupakan daerah penghasil gas alam terbesar di Jawa Timur, dan yang mengakui kekayaan Madura ini tidak hanya Indonesia bahkan duniapun mencatat tentang kekayaan gas alam Madura Pagerungan Sumenep, tidak kalah pentingnya begitu pula dengan Kepualauan Masalembu Sumenep kaya dengan sumber daya alam di bidang perikanan. Tentang kekayaan Sumber Daya Alam yang di hasilkan oleh daerah seperti minyak dan gas bumi yang diatur oleh pemerintah pusat pertanyaannya sekarang sebarapa jauh daerah mendapat bagian/masyarakat yang mendapat bagian tentang kekayaan SDA daerah dengan adil karena semuanya diatur oleh pemerintah pusat.
            Dengan demikian, yang harus dipikirkan bersama dengan keseriusan para tokoh untuk menjadikan Madura sebagai Provinsi langkah yang harus di bangun adalah: Pertama Sumber Daya Manusia yang mempuni, perbaikan lembaga pendidikan umum dan agama dan juga sekolah kejuruan lebih di perbanyak agar bisa mencetak alumni yang siap pakai. Kedua. Sumber Daya Alam yang memadai. Ketiga. Harus terjadi pemekaran wilayah yaitu Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Kepulauan Sumenep, hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal (5) ayat (5) UU No 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah yang berkenan dengan syarat lima Kabupaten, Keempat. Mempercepat masuknya industrialisasi Madura dengan mempercepat transportasi Jawa Madura, dan juga transportasi untuk kepulauan, begitu pula dengan Kabupaten Bangkalan yang mempunyai jembatan (Suramadu) Surabaya-Madura yang dioperasikan mulai tahun 2009 dengan kepanjangan 4,5 km dan ini merupakan salah satu membantu masyarakat Madura dalam mengembangkan mobilitas perekonomiannya antara Pulau Jawa dan Madura.
            Dengan adanya wacana Provinsi Madura jika terwujud bisa di pastikan kesejahteraan masyarakat Madura akan meningkat dan menjadi lebih maju lagi serta pembangunan infrastruktur akan lebih di galakkan lagi, sebab hasil migas dari bumi Madura langsung di nikmati oleh masyarakat Madura sendiri. Dengan kekayaan  sumber daya alamnya yang tidak sedikit bahkan melimpah dapat dieksploitasi bisa mencapai 11,74 juta barel minyak dan 94 miliar kubik kondensat, di Pulau Pagerungan Sumenep, begitu pula dengan sumber minyak gas yang ada di Pulau Mandingan Sampang, dan juga di Kecamatan Geger pamekasan, lain lagi penghasil garam, tembakau dapat diakui kualitasnya di tanah air ini.
            Berbagai pertimbangan yang sangat menonjol selain dari kekayaan Sumber Daya Alamnya yang melimpah, kepualauan Madura tidak kalah pentingnya dalam pembangunan kualitas manusianya dari sisi lembaga pendidikan, dengan optimalisasi banyaknya lembaga pendidikan dan perguruan tinggi dan pendidikan nonformal di Madura ini bisa dapat diharapkan untuk memberikan kontribusi yang positif dan bisa melahirkan generasi pemimpin yang siap pakai untuk kemajuan Madura.
            Dengan demikian, dalam rangka untuk meningkatkan dan pembenahan SDM tidak lepas harus didukung oleh aspek sosial dan budaya, karena dengan membangun masyarakat dari wacana berpikir tradisional menjadi yang rasional/modern  merupakan sebuah proses pembangunan masyarakat agar dapat bervariasi dan lebih maju.
            Dalam konteks inilah seluruh masyarakat di Madura perlu dilibatkan, baik para Ulama, Akademisi, Politisi, dan juga Pengusaha/enterpreneur, jangan hanya elemen/kelompok  tertentu saja  yang mempunyai kepentingan tanpa melibatkan masyarakat Madura secara keseluruhan,  karena mereka merupakan sebuah figur sentral dalam kehidupan masyarakat Madura, dengan harapan bisa mensejahterakan masyarakat Madura secara keseluruhan.
 Provinsi Madura Antara Kebutuhan dan Kepentingan.
            Sebagai warga madura sangat mengapresiasi dengan wacana bergulirnya Madura menjadi Provinsi, namun kita perlu menyikapi dengan arif dan bijaksana apakah wacana Madura ingin bercerai dari Jawa Timur ini merupakan kebutuhan masyarakat Madura atau jangan-jangan hanya ada beberapa elemen/golongan tertentu agar Madura menjadi Provinsi.
            Mungkinkah Madura Menjadi Provinsi? Saya sebagai warga Negara dan masyarakat Madura yang  yang lahir dan dibesarkan di Madura mengatakan bisa dan sangat mungkin dan mengapresiasi sekali dengan hadirnya wacana Provinsi Madura ketika memang kebutuhan masyarakat Madura, namun jika ini hanya sebuah kepentingan kelompok tertentu lebih baik tidak usah bercerai dari jawa timur, karena pada akhirnya dampaknya sangat luas yang berhubungan dengan kesejahteraan, karena yang jelas Madura akan dihadapkan dengan dua konsekuensi pemerintahan/kekuasaan, yang berhubungan dengan kekuasaan status quo (kekuasaan lama), dan status quo baru yang hendak melahirkan kekuasaan baru, dan ini dampaknya pada kesejahteraan masyarakat.

*Penulis adalah Direktur Rumah filsafat Jawa Timur
Warga Masyarakat Madura Masalembu Sumenep

            

0 komentar:

Post a Comment

 
Suara Madura © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top