Bahasa Madura Berjauhan DenganTinta
Oleh : Vita Vatima
MAHASISWA UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA



Madura dengan empat kabupatennya yaitu Bangkalan, Sampan, Pamekasan dan  Sumenep tidak hanya di diami orang Madura saja, tapi daerahini di diami oleh Cina dan  Arab.Namun meskipun struktur masyarakatnya terdiri dari berbagai etnis. Mayoritas dari populasi pulau ini adalah penutur asli Madura yaitu orang Madura, dan bahasa komunikasi mereka pun bahasa Madura. Bahasa Madura merupakan cirri khas orang Madura memiliki tiga tingkatan yang pertama enja’-iya yaitu bahasa Madura kasar yang biasa di pakai ketika orang Madura berkomunikasi sehari-hari dengan lawan bicara yang seusia atau lebih mudah.Enggi-enten sebagai bahasa Madura ketika orang Madura berkomunikasi dengan orang yang lebih tua dan teman yang baru di kenal yang terakhir adalah enggi-bunten bahasa Madura halus yang digunakan kepada orang tua atau orang yang sangat dihormati.
Pemerintah menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang wajib digunakan oleh segenap suku bangsa di Indonesia, sehingga Madura sebagai bagian dari suku bangsa juga menggunakan bahasa tersebut. Akibatnya orang Madura menjadi bilingual, yaitu mereka mampu menguasai dua bahasa dengan baik. Bahkan ada sebagian daerah yang penduduknya multilingual. Karena mereka tidak hanya mahir bahasa Madura danbahasa Indonesia, mereka juga mahir bahasa jawa atau bahkan bahasa Kalimantan. Sehingga ketika orang Madura diminta memilih bahasa apa yang akan digunakan dalam berkomunikasi secara lisan ataupun tulisan, akankah mereka tetap memilih menggunakan bahasa Madura? Terutama dalam tulisan, apakah orang Madura jika diminta menulisakan lebih memilih menggunakan bahasa Madura ataukah yang lainnya. Berkaitan dengan pemilihan bahasa dalam penulisan. Bahasa Madura seakan absen dalam tulisan. Jarang sekali tulisan bahasa Madura untuk bisa dijumpai, bahkan seakan hilang. Di Madura sendiripun jarang di jumpa itulisan-tulisan yang menggunakanbahasa Madura, hanya segelintir orang yang masih menggunakan bahasa Madura ditulisannya. Tulisan bahasa Madura seakan sudah langkah terkadang hanya biasa kita lihat di beberapapapan di depan tokoh. Tidak digunakannya bahasa Madura di sekolah menjadi inti dari permasalahan absennya bahasa Madura dalam tulisan. Kemampuan menulis adalah produk dunia pendidikan. Kemapuan ini di dapatkan dari serangkaian proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. Berhubung proses pembelajaran ini resmi, maka bahasa pengantarnyapun  adalah bahasa resmi yaitu bahasa Indonesia, maka materi yang siswa baca dan tulisa dalah  materi yang disampaikan dengan bahasa Indonesia. Kegiatan mendenga, rmembaca dan menulis dengan menggunakan bahasa Indonesia ini dilakukan selama bertahun lamanya. sehingga proses panjang ini menjadi sebuah kebiasaan. Ketika mereka diminta memilih bacaan dan tulisan mereka akan memilih berbahasa Indonesia dengan alphabet dan tidak dengan sistem a na car raka.Sebuah sistem tulisan yang dipakai orang Madura kuno. Pengetahuan orang Madura utamanya generasi muda yang biasa tinggal di pusat kota penggunaan bahasa enggi-bunten mulai berkurang. Yang lebih ironisnya lagi generasi muda Madura hanya paham bahasa kasar saja. Minimnya pengetahuan tentang bahasa Madura membuat bahasa Madura absen dalam tulisan. Mengacu pada definisi Appel dan Muysken yang menyatakan bahwa alih bahasa terjadi karena status bahasa itu sendiri. Status ini mereka namakan sebagai minority language. Gil dalam setiawan 2001:176. Hal ini sejalan dengan apa yang sedang terjadi pada bahasa Madura yang pemakaiannya mulai menyempit, dan mencangkup pemakaian lisan saja. Meskipunbahasa Madura digunakan secara luas oleh masyarakat Madura, namun Karena bahasa ini akan tetap menjadi bahasa yang tidak resmi. Maka bahasa ini akan tetap menjadi bahasa minoritas. Sebagai bahasa yang tidak resmi, maka pemakaian bahasa Madura selalu menjadi pilihan kedua dalam berbagai kegiatan formal. Termasuk di dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan di sekolah.

Berdasarkan sebagai koneksi diatas perlu adanya suatu sistem yang mampu mensinergikan antara bahasa daerah sebagai bahasa ibu, bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan serta bahasa inggris sebagai bahasa internasional. Dengan begitu tidak akan menghilangkan salah satunya. Dan kita sebagai orang Indonesia yang cinta Indonesia yang penuh dengan kebudayaan akan tetap mencintai dan tidak menghilangkan kebudayaan dan tidak  menghilangkan identitas kita sendiri. Mari cintai Indonesia dan lestarikan kebudayaanya. Setidaknya kita sebagai generasi muda memunculkan suatu karya tulisan yang menggunakan bahasa Madura agar timbul peminat-peminat baru dalam menulis karyanya menggunakan bahasa Madura. Agar bahasa Madura tetap melambung di awan. Untuk mempertahankan bahasa Madura dari kepunahan, hanya ada satu cara berusaha menggalahkan kembali kegiatan menulis dengan menggunakan bahasa Madura. Apabila kegiatan ini dilakukan hal ini akan memberikan efek positif terhadap perkembangan bahasa Madura. Memang awalnya sangat sulit membuat masyarakat Madura menulis sesuatu dengan bahasa Madura. Tapi segibaiknya dengan melaksanakan kegiatan ini mereka akan kembali belajar. Mereka akan mencari tulisan yang menggunakan bahasa Madura untuk mereka contoh. Lama kemudian meraka akan memproduksi tulisannya sendiri. Ketika kegiatan tulismenulis bahasa Madura menjadi budaya, akan banyak dijumpai karangan-karanga dalam bahasa Madura. Ketika buku dan tulisan berbahasa Madura beredar maka akan selamatlah bahasa Madura dari kepunahan.

0 komentar:

Post a Comment

 
Suara Madura © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top