Siapa
di Balik Tragedi G 30 S
Oleh:
Ahmad Wiyono*
Judul : Mengurai Kabut Pekat Dalang G30S
Penulis : Herman Dwi Sucipto
Penerbit :
Palapa
Cetakan :
1. Agustus 2015
Tebal : 212 Halaman
ISBN : 978-602-255-942-9
Satu
dari sekian banyak peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di negeri ini
adalah peristiwa pemberontakan 30 September, tragedi ini populer disebut dengan
G.30 S/PKI. Di mana persitiwa tersebut merupakan puncak pemberontakan
sekelompok orang yang bekakangan disebut sebut Partai Komunis Indonesia (PKI).
Tragedi
dahsyat yang pernah terjadi di awal awal kemerdekaan bangsa Indonesia tersebut
terus menyedot perhatian bangsa, utamanya ketika sudah memasuki bulan Sepetember
seperti saat ini, hal itu dikarenakan tragedi 30 September tersebut terjadi dan
mengakibatkan gugurnya banyak pejuang di negeri ini. Sehingga orang selalu
mneyebut tragedi itu sebagai tragedi kemanusiaan yang dahsyat. Meski demikian, peristiwa 30 september masih
menjadi tanda Tanya besar bagi segenap
bangsa Indonesia. Sebagian besar orang selalu mempertanyakan siapa actor utama
dalam peristiwa maut tersebut.
Untuk
mengungkap fakta perihal siapa dalang dibalik peristiwa tersebut, Herman Dwi
Sucipto melakukan studi komperhensif sekaligus bedah data yang kemudian berwujud
dalam sebuah buku berjudul Mengurai Kabut Pekat Dalang G 30 S. dalam buku ini
penulis menguari secara lugas perihal dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam
peristiwa yang memakan korban beberapa jenderal dan pejuang negeri ini.
Ada
beberapa data dan fakta tentang sejumlah pihak yang diduga kuat mejadi otak
kerusuhan 30 September dimaksud, dalam buku ini penulis tidak segan segan
mengungkap hal tersebut, pengungkapan fakta tersebut tentu berdasar dari
beberbagai sumber terpercaya, termasuk melalui studi komperhenif yang dilakukan
penulis dalam kurun waktu yang relative lama.
Fakta
yang paling populer yang diangkat dalam buku ini terkait actor dibalik tragedi
30 September tersebut mengerucut pada kelompok PKI, hal itu diungkap oleh
penulis berdasar sejumlah fakta yang mengkaitkan keterlibatan utuh PKI dalam
pemberontakan tersebut. Setidaknya, jika diusut dari awal mula terbentuknya PKI
hingga pada kesan konspirasi kelompok PKI untuk menguasai negeri ini.
PKI
sebagai dalang G 30 S merupakan versi yang paling popular bagi seluruh rakyat
Indonesia. Boleh dikatakan bahwa kisah mengenai PKI sebagai otak dari gerakan
30 September sudah melekat di ingatan dan hati sanubari seluruh rakyat
Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia diwajibkan menonton filem kolosal tentang G
30 S PKI dengan tujuan mengenang para pahlawan revolusi (Hal. 128).
Namun
demikian, buku ini juga menyajikan data keterlibatan sejumlah pihak dalam tragedi
tersebut, secara detil penulis menyajikian data satu persatu pihak yang diduga
kuat menjadi bagian dari actor kerusuhan itu, seperti sebagain perwira AD yang
juga diduiga menjadi actor kerusuhan.
Selain
itu, Presiden Soeharto juga disebut sebut menjdai bagian dari actor kerusuhan
30 September, hal ini mencuat seteah W.F. Werthein mengeluarkan sebuah
artikel berjudul “Soerharto and the
Untung Coup The Missing Link” (1970). Bahkan, yang sangat mengejutkan adalah
adanya dugaan keterlibatan pihak Amerika serikat melalui CIA.
Hadirnya
buku ini setidaknya bisa membuka tabir kelam tentang tidak tuntasnya kasus
kerusuhan 30 september yang selama ini masih menjadi perhatian serius bangsa
Indonesia. Setidaknya, publik sudah bisa membaca tentang siapa sebenarnya actor
penting dari kerusuhan tersebut. Untuk selanjutnya bisa memhami apa sebenarnya
akar persoalan tragedi yang telah menggugurkan seumlah pejuang itu.
Herman
Dwi Sucipto betul betul memberi angin segar kepada seluruh bangsa Indonesia,
bahwa dalang dari tragedi kemnusiaan tersebut memang layak untuk diaungkap demi
memberikan pelajaran penting bagi sgenap rakyat di nusantara ini. Penulis
memberanian diri untuk mencari titik terang di wilayah abu abu.
*Peneliti di Universitas Islam Madura (UIM)
Pamekasan

0 komentar:
Post a Comment