REDEFINISI KEPAHLAWANAN
Oleh: Dwi Agustiningsih*
Setiap tanggal 10
November bangsa Indonesia memperingati Hari
Pahlawan. Momentum ini sangat tepat tentunya bagi generasi muda saat ini untuk mengingat kembali
semua tentang sosok
pimpinan gerakan perjuangan demi kemerdekaan bangsa. Semua kalangan baik para pejabat
sampai di sekolah-sekolah mengadakan
upacara untuk memperingati hari pahlawan.
Pahlawan
adalah sosok yang sangat berjasa, berani dan penuh
pengorbanan bagi bangsa, negara dan agama. Mereka melawan penjajah untuk
mempertahankan Indonesia jadi kita harus berterimakasih kepada para pahlawan.
Mereka rela berkorban demi kepentingan utuhnya sebuah negara, berjuang,
mempertaruhkan nyawanya demi melawan musuh.
Menurut Evi santoso, seorang
Dai kondang Sumbar saat ini, ada beberapa ciri pahlawan yang sesuai dengan
konteks saat ini :
Pertama ; pahlawan adalah
orang mampu menyegerakkan melakukan amanah yang diberikan padanya. Dia tidak
menunggu dan merasa gelisah apabila amanah pekerjaaan yang diberikan padanya
belum bisa secara sempurna dilakukan. Seorang buruh karena dia digaji dia
berusaha secara maksimal mengerjakan pekerjaan sesuai dengan kontrak kerjanya.
Seorang pegawai negeri dia mengerjakan semua beban pekerjaan yang diberikan
oleh atasannya sesuai dengan aturan dan undang-undang terkait dengan
pekerjaannya. Dia bekerja bukan karena mencari popularitas, dia merasa berdosa
kalau ada beban kerjanya kalau tidak dilakukan dengan baik. Ketika seseorang
diangkat menempatkan posisi, memegang jabatan sebuah pekerjaan, dia berusaha
dengan segera menyelesaikan pekerjaan tersebut. Salah satu penyebab kemunduran
bangsa kita saat ini adalah karena banyaknya di antara kita yang
mengundur-undur pekerjaan, mengutamakan yang sunat dan melakukan yang wajib.
Kita lebih banyak menolong atau mematuhi perintah atasan dari pada menjalankan
tugas dan kewajiban kita.
Kedua ; tidak pernah menolak
amanah. Apapun pekerjaan yang diberika padanya dia tidak pernah menolak.
Orientasinya hanya kebenaran. Asal pekerjaan itu benar dia laksanakan dengan
sungguh-sungguh. Walaupun banyak tantangan dia tetap tegar mengerjakannya.
Resiko diberhentikan, dibenci, dan dimaki oleh orang-orang yang tidak seprinsip
dia tidak peduli. Yang penting dia mengerjakan itu karena benar.
Ketiga ; menyingkirkan semua
alasan dan tidak mencari-cari alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Seorang
pahlawan selalu bergerak maju untuk berbuat dan bekerja. Dia tidak memikirkan
alasan dan mengelak dari pekerjaan dan amanah yang dibebankan padanya. Yang
penting bagi dia harus lebih banyak
berbuat yang lebih baik.
Keempat ; memanfaatkan semua
potensi. Pahlawan di era sekarang ini berusaha memanfaatkan semua potensi yang
ada padanya. Uang, tenaga, pikiran, waktu, perasaan, dan lain-lain yang ada
pada dirinya akan berusaha dimanfaatkannya. Dia mau berbuat apa saja. apa yang
ada pada dirinya akan dikorbankannya demi kebenaran.
Mencermati perkembangan dan
perjalanan kehidupan bangsa dan bernegara saat ini sulit kita mencari ciri-ciri
yang sesuai dengan uraian diatas. Apakah PRESIDEN? Apakah MENTRI? Anggota DPR?
Para kiyai, ulama, tokoh-tokoh agama? Ketika reformasi bergulir kita berharap
akan lahir pahlawan-pahlawan yang menjadi pemimpin nasional dan betul-betul
mampu memimpin terutama dalam mengamankan dan mensejahterakan rakyat. Namun,
yang terjadi mereka berlomba mencari jabatan, pangkat dan kedudukan. Ternyata
apa yang mereka lakukan setelah mereka diberi amanah? yang dilakukan hanya
untuk kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan.
Inilah perkataan founding father Presiden pertama
Indonesia dulu “Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia” yang
mengaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan bangsa dan negara. Baik
buruknya negara terlihat dari kualitas pemudanya. Sebab, generasi muda adalah
penerus bangsa dan negara. Pemuda mempunyai fungsi sebagai Agent of change, moral force and social control sehingga fungsi
tersebut bisa berguna bagi masyarakat. Masa depan Bangsa Indonesia sangatlah di
tentukan oleh kita generasi muda.
Generasi muda saat ini
seolah-olah sudah tidak lagi mewarisi semangat nasionalisme yang dimiliki
pemuda pada zaman dahulu. Hal ini disebabkan oleh arus teknologi yang semakin
canggih sehingga mereka terlena dengan hal tersebut, dan mereka lupa akan tugas
sebagai astafet pembangunan masa depan bangsa. Selain itu, generasi
muda saat ini dalam memperingati hari pahlawan, dan HUT kemerdekaan 17 agustus untuk
hormat pada bendera sang merah putih
banyak yang tidak tepat, dan mereka melakukan seolah-olah dengan terpaksa.
Yaitu hanya dijadikan untukmenghindari teriknya matahari. Banyak
sekali fenomena yang dapat
kita lihat bahwasannya
generasi muda saat ini kebanyakan
dari mereka tidak hafal lagu Indonesia Raya, dan pancasila.
Para pemuda sekarang hanya
memperdulikan budaya dari luar yang berkembang pesat saat ini, faktanya mereka
hafal dengan lagu-lagu k-pop dan
lagu-lagu barat lainnya. Dihari pahlawan 10 November yang akan mendatang marilah
merenung sejenak dan
mengevaluasi diri kita masing-masing. Apa yang sudah kita perbuat untuk bangsa
ini? Apakah
karakter pahlawan ada dihati sanubari kita?Lantas apa bentuk terimakasih kita
untuk para pahlawan yang telah gugur?.
Oleh karena itu, ayo para
generasi muda Indonesia semangat untuk membangun Negara Indonesia yang mandiri,
berpikir Rasional, Demokratis, serta kritis dalam memecahkan segala masalah
yang ada di negara kita. Dengan hal itu kita sebgai generasi muda mulai hari
ini detik ini bersam sama mengenang jasa jasa pahlawan yang sudah mendahulukan
kita. Dengan cara cinta tanah air. Sudah seharusnya kita meneruskan semangat
perjuangan dari para pahlawan yang telah gugur, banyak hal yang patut kita
contoh dari sosok pahlawan yakni semangat, kerja keras, keikhlasan serta
tentunya juga rela berkorban untuk bangsa dan negara.
*Penulis adalah mahasiswa di UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
Fakultas FISIB, Jurusan ILMU KOMUNIKASI asal Pademawu Pamekasan

0 komentar:
Post a Comment