ONLINESHOP BIKIN SHOCK

Oleh:    Indira Nastiti Rahayu



             Penjualan secara online atau yang sering disebut dengan “Onlineshop” sudah menjadi primadona di seluruh penjuru dunia. Bagaimana tidak, sejatinya semakin maju teknologi modern saat ini, media sosial kian marak dengan penjualan berbagai macam produk barang dan jasa secara online.Hampir semua kebutuhan pokok, primer dan sekunder manusia bisa kita dapatkan secara online. Apa yang kita butuhkan akan datang dengan cepat tanpa membuang waktu dan tenaga. Banyak varian ditawarkan pada online shop, harganya pun relatif sama seperti di pasaran bahkan lebih murah. Hal itu yang menjadi daya tarik masyarakat untuk membeli secara online.
            Melihat kebutuhan pasar yang semakin tinggi, banyak sekali online shop yang beredar di tengah masyarakat. Bahkan semua kalangan tertarik mendirikan bisnis online ini, selain mudah ,keuntungan yang didapat sangat besar.Hanya bermodalkan akun,kita sudah bisa menjual barang/jasa yang kita tawarkan melalui media sosial. Peran media sosial sangat penting untuk hal persuasif. Melalui media sosial kita bisa terhubung ke dalam negeri hingga keluar negeri. Sehingga pemasarannya semakin meluas dan konsumen semakin mudah didapatkan. Keuntungan yang menggiurkan dengan modal tidak besar menjadi alasan utama orang terjun ke dalam bisnis online shop ini.
            Di beberapa media sosial seperti instagram,line,facebook, BBM dan sebagainya pasti sudah sering kita jumpai berbagai online shop. Mereka mayoritas menawarkan barang tren masa kini dengan harga murah dan kualitas bersaing. Kita semua pasti tahu mainset orang Indonesia sendiri ketika membeli suatu barang/jasa yaitu harga murah kualitas oke. Sehingga, apapun yang murah pasti akan laris di pasaran. Ini bukan mitos, tetapi ini fakta di lapangan. Kita sendiri sebagai manusia normal tidaklah munafik jika kita disuguhkan dengan penawaran tersebut toh kualitasnya pun sama seperti di pasaran.
Fenomena Endorse
            Fenomena yang muncul saat ini adalah fenomena ‘endorse’ yang menjadi trend di kalangan toko online. Endorse merupakan suatu cara untuk mempromosikan produk sebuah toko online dengan bekerja sama dengan orang yang memiliki banyak followers di instagram. Orang-orang tersebut seringnya adalah seorang artis, namun ada juga politisi dan lain-lain. Bentuk kerjasama tersebut adalah pertukaran antara barang dan jasa. Toko online akan memberikan barang-barang gratis kepada seorang artis dan kemudian artis tersebut akan mempromosikan toko online tersebut. Promosi tersebut biasanya ditampilkan dengan mengupload foto artis tersebut yang sedang mengenakan barang dari toko online. Kemudian dibagian caption akan disebutkan nama toko online. Hal ini tentu saja merupakan salah satu cara ampuh untuk mendapat banyak perhatian dan pesanan dari para pengguna instagram yang merupakan followers artis tersebut.
Penipuan Visual
Pemilik online shop sendiri memposting barangnya dengan view gambar sebaik mungkin, jadi memang terlihat sangat menarik. Biasanya juga memposting testi pembeli untuk meyakinkan bahwa online shop mereka tidak menipu. Dengan tampilan visual yang menarik itu, orang mana yang tidak tergiur, terutama para kaum hawa yang identik dengan shoping. Biasanya mereka menggunakan kata ini ”cek IG kita yuk sis, ada jilab murah loh,mumpung promo nih”. Seringkah anda melihat kata-kata ini? Bahkan saat kita upload foto pun dikomen dengan kata-kata seperti itu. Ya tidak salah memang, tetapi terkadang hal tersebut justru menggaanggu pengguna sendiri.
Akun palsu
Maraknya onlineshop di Indonesia memang menjadi sebuah ladang bisnis yang menggiurkan. Keuntungannya juga sangat banyak. Jangkauannya sangat luas untuk menjalin hubungan bisnis antar perorangan. Karena banyaknya onlineshop yang kian membludak saat ini, penjual onlineshop harus memiliki strategi yang jitu untuk menarik konsumen. Tak jarang mereka pun mempalsu akun nya dengan suatu akun yang sudah mempunyai brand di masyarakat. Penipuan ini menyasar di beberapa pengguna Facebook yang mempunyai banyak koneksi. Akun mereka dibobol terus profilnya segera diubah ke identitas palsu, biasanya atas nama sebuah online shop. Entah itu online shop yang memanfaatkan koneksi korban, atau bisa juga penipu yang pura-pura jadi penjual dan nawarin barang dengan harga super murah. Bukannya kita mendapatkan barang yang kita beli tetapi malah sebaliknya,bikin shock.
Beberapa pengalaman yang saya dapatkan, baru-baru ini marak sekali terjadi penipuan di online shop. Lepas dari itu, menurut praktisi hukum Iman Sjahputra, kasus penipuan yang menyebabkan kerugian konsumen dari transaksi elektronik jumlahnya banyak. Di sisi lain Iman juga mengatakan bahwa seringkali kasus penipuan dalam transaksi elektronik tidak dilaporkan ke pihak berwenangkarena nilai transaksinya dianggap tidak terlalu besar. Menurut Imsn, masih banyaknya penipuan dalam transaksi e;ektronik karena hingga saat ini belum dibentuk Lembaga Setifikasi keandalan yang diamanatkan Pasal 10 UU ITE.
Banyak cara untuk mengatasi persoalan-persoalan diatas, pertama, jangan pernah membeli barang di toko online yang anda sendiri tidak tahu asalnya darimana bahkan dengan orangnya pun tidak kenal agar anda tidak gampang ditipu. Kedua, anda harus cermat saat membeli, disarankan jika membeli di toko online setidaknya situs jual beli tersebut sudah diakui serta terpercaya. Selanjutnya, jika toko online tersebut dimiliki perorangan, maka usahakan pemiliknya adalah orang yang anda kenal. Jangan lupa jika pemilik toko online meng-upload barang, usahakan anda mengetahui testinya dari teman atau kerabat anda jadi anda tahu berkualitas atau tidaknya, sesuai atau tidaknya dengan gambar agar saat membeli anda tidak shock. Dalam hal ini masyarakat harus lebih cermat dalam membeli barang khusunya di toko online atau onlineshop agar terhindar dari penipuan dunia maya.


                                                                                                Penulis :
                                                                                    Indira Nastiti Rahayu
                                                                                    Ilmu komunikasi’13
                                                                                    Universitas Trunojoyo Madura




0 komentar:

Post a Comment

 
Suara Madura © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top