KULIAH, Kebutuhan atau Tuntutan
?
OLEH : HERU NURDIANSYAH*
Banyak orang bertanya-tanya, apa sebenarnya tujuan
kuliah itu sendiri ? dari sekian banyak pendapat tentang tujuan kuliah,
jawabannya beragam. Biasanya mahasiswa datang ke kampus dengan berbagai alasan.
Dari beberapa mahasiswa berpendapat
bahwa tujuan kuliah untuk mencari ilmu, menambah teman, mendapatkan wawasan,
mendapat nilai, meningkatkan minat dan bakat, mencari pergaulan, bahkan ada
yang mengatakan untuk mencari pacar.
Padahal, definisi kuliah itu sendiri adalah proses
pembelajaran tingkat lanjut di mana seseorang telah menentukan pilihan jurusan.
Biasanya dalam pemilihan sebuah jurusan sudah melakukan berbagai pertimbangan
dengan matang agar tidak salah dalam pemilihannya, salah satu contoh minat dan
bakat.
Sebelum memutuskan untuk melanjutkan ke jentang
perkuliahan, tentunya kita harus seleksi terlebih dahulu dalam memilih sebuah
Perguruan Tinggi, baik Negeri maupun Swasta agar tidak menyesal di kemudain
harinya. Ketika kita bingung harus memilih jurusan, langkah apa yang harus
diperbuat ? sebelum memilih, calon mahasiswa harus berpikir sejenak dan
bertanya pada diri sendiri. “ Apa sebenarnya minat kita ? Renungkan tentang kemampuan dan coba berpikir akan jadi seperti apakah
anda 4-5 tahun mendatang.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui minat,
bakat dan cita-cita. Lalu sesuaikan dengan jurusan atau program studi di
perguruan tinggi pilihan anda, dengan memilih jurusan sesuai dengan MBC akan
membuat kuliah terasa ringan dan menyenangkan. Hal yang harus dihindari adalah
memilih jurusan karena ikut teman, pacar, atau paksaan orang tua bukan kehendak
kita sendiri, sehingga akan merugikan kedepannya.
Menurut Affan Zaldi Erya, seorang Ketua Panitia
Penerimaan Mahasiswa Baru Umitra. Ada beberapa faktor yang perlu
dipertimbangkan sebelum memilih Perguruan Tinggi, yakni :
Pertama ; sesuaikan dengan minat, bakat, dan cita-cita.
Carilah PT yang memiliki program studi/jurusan sesuai dengan MBC Anda. Jangan
memaksakan masuk ke PT jika tidak tertarik dengan jurusan/program studi yang
ditawarkan.
Kedua ; kemampuan finansial. Carilah PT dengan biaya sesuai
dengan anggaran Anda atau keluarga. Tentunya akan sangat disayangkan jika harus
putus kuliah karena tidak dapat membayar SPP/uang kuliah.
Ketiga ; prospek atau peluang kerja ke depannya.
Pelajarilah apa yang bakal didapatkan di sana, seberapa jauh Anda akan diproses
dan dibentuk di sana, dan hal-hal penting lainnya. Harus rajin bertanya kepada
mahasiswa kakak tingkat misalnya atau pengajar di sana mengenai hal ini.
Terakhir ; pelajari dan bandingkan. Jangan terlalu
terburu untuk memilih. Ingatlah Anda akan berada di sana setidaknya lebih dari
setahun dan uang masuk yang dibayarkan tidak kecil. Tanyalah pada beberapa
orang lalu carilah beberapa alternatif pilihan PT. Coba bandingkan dari
berbagai faktor. Pilihlah yang sesuai dengan harapan.
Pada dasarnya, tidak mungkin sebuah PT membuka sebuah
jurusan jika tidak ada peluang kerjanya. Jika kita memahami hukum ini,
sebaiknya kita ubah pola pikir kita menjadi demikian. Jurusan apa yang
sesuai/cocok dengan Anda, hal ini bisa menjadi lebih efektif. Masalah masa
depan dan finansial sudah ditentukan Tuhan YME dan tergantung seberapa kuat kemauan Anda.
Untuk memulai kuliah, pengorbanannya tidak sedikit. Mulai
dari menghabisakan biaya relatif cukup mahal, menghabiskan waktu bahkan tenaga
kita untuk kuliah, di balik semua itu ada sesuatu impian yang ingin kita capai
melalui kuliah, ada harga yang harus kita bayar.
Di awal perjalan memang akan terasa sangat menyenangkan,
banyak pengalaman baru akan di dapat pada saat perkuliahan pertama, mulai dari
lingkungan baru bahkan perbedaan budaya dengan asal kita sendiri. Tapi lama
kelamaan hal menyenangkan tadi tiba masanya kita jenuh seperti yang dirasakan
saya sendiri pada semester ini.
Kuliah itu bukan sekedar rutinitas saja, melainkan
proses pembentukan diri kita menjadi apa yang kita inginkan di masa mendatang.
Di sisi lain mahasiswa dihadapkan pada pilihan antara idealis dan ketatnya
persaingan global di dunia kerja, lantas sebagai mahasiswa kuliah itu kebutuhan
atau sekedar tuntutan ?. di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini
tentunya kita harus mempunyai daya saing tinggi untuk mendapatkan sebuah
pekerjaan sesuai dengan minat kita.
Kebanyakan
masahasiswa menyebutkan kuliah adalah sebuah kebutuhan. Karena apa ? Di era
perkembangan teknologi seperti sekarang membuat persaingan dalam dunia kerja
sangat ketat, mengandalkan ijazah sekolah menengah atas saja tidak cukup,
apalagi mereka tidak mengenal akan pentingnya pendidikan.
Kebutuhan akan pendidikan membuat siswa menengah atas
melanjutkan ke jenjang lebih tinggi yaitu menjadi seorang mahasiswa, dimana
haus akan pengetahuan dan pendidikan. Kebutuhan mahasiswa dalam kuliah adalah
menambah ilmu dan wawasan lebih tinggi lagi dan berdaya saing dengan mahasiswa
lain.
Menurut salah satu dosen Ilmu Komunikasi di Universitas
Trunojoyo Madura yaitu Teguh Hidayatul
Rahmat, S.Ikom, M.Si., M.A menilai bahwa kuliah termasuk kebutuhan maupun tuntutan. Namun, kebutuhan tersebut dibagi
menjadi dua yaitu positif maupun negatif.
Pertama kebutuhan positif dalam kuliah, untuk menambah
ilmu dan wawasan sehingga bisa bersaing di dunia pekerjaan. Dari segi negatif,
mahasiswa hanya mengikuti temannya untuk berkuliah dan pamer akan fasion.
Kuliah juga termasuk tuntutan. Namun, sering kali kita
salah mempersepsikannya. Mahasiswa yang hanya kuliah akan tuntutan dari orang
tua tentunya lama-kelamaan akan merasa nyaman, bahwa tidak ada orang tua menginginkan anaknya menjadi pengangguran.
Lantas kita sebagai anak harus benar-benar kerja keras demi kebutuhan dan juga
tuntutan dari orang tua untuk menjadi lebih sukses lagi. Amien
*Penulis adalah mahasiswa di UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA Fakultas FISIB, Jurusan ILMU KOMUNIKASI asalDesa Tanjung Kec. Pademawu Kab. Pamekasan

0 komentar:
Post a Comment