FILOSOFI KATA MANDANGIN MADURA
 OlehFathor Rosi

Kali ini saya akan mengangkat cerita asal usul nama MANDANGIN
Asal usul Mandangin sudah banyak di ceritakan oleh penulis handal dari luar Mandangin maupun oleh penulis asal Pulau Mandangin sendiri, dan tulisan tersebut sudah banyak yang di share di media sosial
Namun, dari cerita tersebut saya tidak menyanggah tulisan yang sudah diangkat. dan kali ini saya mengangkat asal usul nama pulau mandangin berdasarkan penelitian dan sejarah yang ada, yang jelas akan berkaitan dengan cerita bangscara,tapi kalau ini saya akan lebih focus ke asal usul nama MANDANGIN
Asal usul nama mandangin di temukan oleh seorang pelayar dengan membawa kulit kelapa yang akan dijualnya, yang bernama MAN GEMMA, konon pulau Mandangin adalah tempat persinggahan perdagangan dari Pelabuhan Sumenep sampai ke Pasuruan dan laut jawa lainnya. Pemberangkatan mulai habis subuh sampai matahari terbenam, dan biasanya ketika siang hari tiba angin mulai datang dan gelombang yang sangat besar sehingga tidak memungkinkan Man gemma melanjutkan perjalanan nya ke laut jawa, sehingga Man gemma memutuskan untuk singgah ke pulau tak terpenghuni tersebut,  ketika angin redah maka Man gemma melanjutkan perjalanan ke Pasuruan dan laut Jawa untuk menjual dagangannya, ketika sampai di laut jawa maka ditanyakanlah oleh sesama pedagang.
Pedagang “ kamu dari mana pas angin dan ombak tinggi ?
Man gemma “ saya berlabuh di pulau kecil ditengah laut sana “
Pedagang “ oalah”
Man gemma “ saya mendeg kalau angin” ( saya berhenti kalau angin)
Malam akan segera tiba, maka proses perdagangan harus di hentikan dan harus bailik ke Sumenep bersama para pedagang lainnya, ketika itu angin lagi berpihak kepada para pedagang, ketika itu laut tenang dan tanpa angin sedikitpun, maka Man gemma memutuskan langsung pulang ke sumenep.
Pagi sudah memanggil untuk para pedagang, maka bersiap untuk melakukan perjalanan untuk proses perdagaganya bersama rombongan, ketika siang lagi angin datang, maka, dengan terpaksa semua pedagang diajak oleh Man gemma untuk berlabuh di pulau tak terpengguni tersebut,
Pedagang “ ayo mandeg, angin  ( berhenti,angin)”
Mangemma” ayo ikut aku yang biasanya saya mandeg”
Pedagang “ ayo”
Setelah perjalanan menuju pulau tak terpenghuni tersebut, sampailah semua pedagang kulit kelapa tersebut dan berkata “ ini tempatnya kalau angin dan gelombang besar datang Mangemma ?
Iya saya mandeg kalau angina ( mandeg angin ) kata sekarang MANDANGIN.
Dari situlah para pedagang banyak yang menceritakan kalau ada pulau ditengah laut yang takterpenghuni bisa dijadikan tempat pelabuhan kalau angin “ mandeg angin” maka kata asal tersebut menjadi MANDANGIN, diambil gampangnya sama orang Madura.
Jadi dari cerita tersebut MANGEMMAlah yang menemukan asal kata MANDEG ANGIN ( MANDANGIN) ini versi penelitian dari berbagai sesepuh yang ada di Mandangin.

Namun, banyak versi yang mengatakan asal usul Mandangin ada yang mengatakan MANDANGIN singkatan ( MANDI ANGIN) dan (MANDANG ANGIN), karena letak pulaunya berada di tengah laut, sehingga bentuk angin apapun Mandangin dapat menikmatinya, lantas kenapa pulau - pulau yang ada di Madura tidak dinamakan Mandangin juga ? disitulah saya menulis artikel ini guna memberikan informasi tentang asal usul nama MANDANGIN yang sekarang lebih popular dinamakan PULAU MANDANGIN SAMPANG MADURA

0 komentar:

Post a Comment

 
Suara Madura © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top