Agenda Pemborosan dan Selfie

 Oleh: TRILOKO EKO BUWONO
MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS TRUNOJOYO  MADURA


Berawal dari perkembangan teknologi
Perkembangan teknologi belakangan ini memang sangat pesat, dan mungkin juga sudah mencapai titik kesempurnaan. Terlihat dari banyaknya inovasi-inovasi baru yang ditemukan dan juga terlihat dari banyaknya penemuan berbagai model alat-alat canggih yang berbasis komputer. Tak heran lagi, kehidupan saat ini bisa dikatakan sangat mudah dan serba canggih. Tak hanya manusia yang harus melakukan suatu pekerjaan. Semua bisa dikerjakan dengan langkah "one click". Ya.. itu mungkin istilah yang pas untuk mengungkapkan kemutakhiran tekhnologi saat ini, dan juga kemudahan hidup untuk mengakses segala hal yang kita inginkan. Ada benarnya juga jika ada yang mengatakan kalau saat ini dunia berada di genggaman kita. Dan bisa dikatakan juga bahwa nasib dan reputasi seeorang bahkan sebuah instansi, baik instansi pemerintah maupun non-pemerintah itu tergantung kemana  jari jemari kita akan mendarat.

Berkaitan dengan Reputasi dan Pemborosan
Dampak dari semakin berkembangnya teknologi ini memang banyak sekaali. Baik efek positif maupun efek negatif. Semua tergantung darimana kita menyikapi hal itu. Bagaimana kita mengambil langkah yang bijak untuk menggunakan semua fasilitas yang diberikan oleh kemutakhiran teknologi saat ini. Jika dilihat dari segi positifnya, kehadiran teknologi  memang banyak memberi kemudahan akses. Salah satunya memudahkan pekerjaan yang menuntut seseorang untuk membagi dirinya dalam satu waktu. Namun juga banyak hal negatif yang ditimbulkan oleh kehadiran teknologi ini. Salah satu dampak negatif hadirnya teknologi ini adalah tercorengnya reputasi seseorang karena kesalahan yang dibuatnya sendiri. Hal ini dialami oleh Fadli Zon, ketua DPR RI yang menerima bullying akibat dirinya dengan sengaja dan dengan PD nya mengunggah foto selfie dirinya dengan Donal Trump yang merupakan saalah seorang kandidat yang mencalonkan diri sebagai calon presiden amerika serikat dari partai Partai Republik Donald Trump. Semenjak fadli Zon mengunggah foto dirinya yang sedang berselfie dengan Donald Trump di jejaring sosial miliknya banyak sekali ejekan sampai bully membully yang ditujukan kepada fadli zon. Hal tersebut dianggap memalukan, karena hal tersebut tidak mencerminkan diri seorang fadli zon sebagai anggota DPR RI, bahkan juga fadli zon merupakan ketua DPR RI saat ini. Kecaman demi kecaman diterima fadli zon mulai dari kalangan muda dan juga dari sesama  teman pejabatnya. Selain fadli zon juga berselfie ria dengan pria kelahiran Queens, New York, AS tahun 1946 itu, fadli zon juga sempat meminta tanda tangan Trump yang kala itu sedang bertemu
Selain merusak reputasi nama baik DPR RI, kegiatan selfie yang dilaukan ketua DPR RI ini juga merupakan tindak pemborosan anggaran dana. Manager Advokasi dan Investigasi Seknas FITRA, Kehadiran rombongan ke acara Partai Republik sebagai sebuah kesalahan. Selain membuat malu masyarakat Indonesia atas tindakan anggota DPR tersebut, dicurigai juga adanya kemungkinan mark up dari agenda kunjungan kerja ke AS tersebut. Lebih lanjut, Apung menyatakan rincian biaya ke AS tidak dijelaskan secara transparan ke publik oleh Sekretaris Jenderal DPR. jika mengacu pada tahun sebelumnya, perjalanan ke London memakan anggaran mencapai diatas Rp 15 miliar rupiah. Hal ini jelas-jelas telah merugikan dan juga telah menghabiskan anggaran yang tidak semestinya menjadi anggaran kunjungan tersebut. Berdasarkan data yang dimiliki FITRA, anggaran perjalanan dinas DPR dinilai terlalu tinggi. Seknas FITRA memaparkan Anggaran Perjalanan Dinas Pelaksanaan Fungsi Legislasi mencapai Rp 123.887.811.000, Anggaran Perjalanan Dinas Pelaksanaan Fungsi Anggaran mencapai Rp 16.457.442.000 dan Anggaran Perjalanan Dinas Pelaksanaan Fungsi Pengawasan senilai Rp 139.955.867.000.

Melahirkan  meme fadli zon
Sebelum adanya meme  tentang fadli zon, sebenarnya banyak dikalangan rakyat muda yang menkritik bahakn mengharamkan selfie fadli zon denga Trump. Kebanyakan rakyat mencaci karena berbagai spekulasi seperti yang disebutkan diatas. Selain itu juga banyak yang menganggap bahwa fadli zon hanya mengumbar-umbar dana yang sebegitu besar hanya untuk berkunjung dan berselfie dengan Trump. Sebenarnya tidak ada yang salah ya dalam foto fadli zon itu, tapi seharusnya sebagai wakil ketua DPR ia harus berpikir tentang etika. Semua ada kode etik nya, tidak semudah itu pergi dan selfie bersama calon presiden.
Saat ini, indonesia sedang mengalami krisis karena nilai rupiah terhadap dollar kian melemah. Semua orang terindikasi akan terkena PHK jika ekonomi indonesia tidak membaik, dan lapangan pekerjaan semakin sulit karena nilai tukar yang tidak stabil, harga bahan pokok dalam negeri juga tidak stabil. Lantas apakah pantas seorang wakil ketua dan ketua melakukan foto bareng dan selfie bersama calon presiden dan jalan-jalan menghabiskan uang rakyat? Semua itu perlu dipertanyakan.

Melanggar kode Etik DPR RI (UU MD3)
Menurut saya, hal yang dilakukan oleh fadli zon (berselfie dengan Trump)  merupakam salah satu bentuk pelanggaran pasal 223 UU MD3 disebutkan bahwa "anggota DPR yang diduga melakukan pelanggaran sumpah/janji, kode etik, dan/atau tidak melaksanakan kewajiban sebagai anggota diberi kesempatan untuk membela diri dan/atau memberikan keterangan kepada Mahkamah Kehormatan Dewan." Jadi hal tersbeut seharusnya diproses secara hukum karena telah jelas-jelas melakukan pelanggaran UU yang telah disepakati. Mengenai sanksi apa yang perlu diberikan pada fadli zon, menurut saya sanksi dari masyarakat sendiri yang lebih mampu untuk mengendalikan semua itu. Protes dari berbagai kalangan juga merupakan sanksi yang harus diterima oleh fadli zon akibat ulahnya itu.



0 komentar:

Post a Comment

 
Suara Madura © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top