Refleksi 87
Tahun Sumpah Pemuda
BANGKITLAH
KESADARAN KAUM MUDA DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA
Oleh: M. li Shodikin SHI. MH
Ketua Korda GMNI JATIM
Merdeka………!
Pemuda
Menjadi Pemersatu Bangsa
Peringatan sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi
sebuah catatan sejarah yang penting bagi bangsa indonesia. Sebab momen tersebut
menjadi cikal bakal persatuan nasional
yang melahirkan kemerdekaan Republik
Indonesia diproklamirkan 17 Agustus 1945.
Semangat Sumpah pemuda, mengingatkan kita sebagai
generasi pewaris bangsa, untuk selalu menjaga nilai-nilai persudaraan,
persatuan, kebhinekaan, serta kedaulatan sebagai entitas bangsa indonesia,
Sumpah Pemuda merupakan suatu bentuk semangat yang tercipta atas dasar rasa
kesamaan nasib dan cita-cita, yang mana dilengkapi dengan komitmen kukuh
sebagai satu bangsa, satu tanah air, serta disepakatinya bahasa Indonesia
sebagai bahasa universal yang semuanya itu senantiasa terpatri dalam jiwa dan
sanubari para pemuda-pemudi Indonesia.
Membangkitkan
kembali semangat persatuan, untuk menjaga kedaulatan NKRI :
Kami sebagai generasi muda, telah bertekat untuk menjaga
NKRI dari intervensi negara-negara asing. Kita menyadari gejolak konflik di
laut cina selatan, telah mengancam kedaulatan bangas Indonesia. Untuk itu kami
semua telah bertekat, siap mempertahankan wilayah bangsa indonesia yang akan di
rebut oleh China maupun Malaysia. Kami akan tetap mempertahankan tanah air kami
meski harus menumpahkan darah kami, sebagaimana sumpah yang diikrarkan pada 87
tahun yang lalu.
Pemerintah harus berani melakukan revitalisasi,
renegosiasi segala bentuk kontrak kerjasama dengan bangsa asing, yang secara
jelas merusak alam, tidak mensejahterahkan rakyat, bahkan berpotensi merugikan
bangsa indonesia.
Untuk itu Kami mendesak pemerintah, bersikap tegas untuk
melawan Radikalisme, imperialisme, kolonialisme, kapitalisme yang telah
menyengsarakan rakyat Indonesia.
Merajut
Nilai Kebangsaan, Kebhinnekaan, yang
semakin terkoyak:
Semangat Sumpah Pemuda, kini kembali diuji setelah 87
tahun lalu di deklarasikan. Persatuan
nasional sebagai dasar kebangsaan kita
dalam kondisi berbahaya. Nilai-nilai keharmonisan, toleransi kini mulai
terusik dengan adanya peristiwa-peristiwa radikalisme.
Bangsa Indonesia merupakan bangsa majemuk, terdiri dari
berbagai suku bangsa, agama maupun aliran kepercayaan, dari Sabang sampai
Merauke yang memiliki perasaan senasib untuk membentuk satu kesatuan yakni
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus
1945, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kemajemukan dalam wujud “Bhinneka
Tunggal Ika” ini merupakan modal persatuan dan kesatuan untuk menjadikan
Indonesia sebagai sebuah negara besar, berdaulat, bermartabat dan berintegritas.
Oleh sebab itu, negara wajib dan bertanggung jawab untuk
menghormati dan melindungi setiap unsur-unsur pembentuk kemajemuan, termasuk di
dalamnya kebebasan beribadah, beragama dan berkeyakinan sesuai dengan UUD 1945.
Kami tidak menginginkan gerakan separatis kembali tumbuh di bumi Indonesia.
Pemerintah bersama rakyat harus senantiasa melakukan pencegahan atas
berkembangnya gerakan separatis seperti ISIS, munculnya tawaran idiologi
pengganti pancasila sebagai dasar negara, masalah-masalah tersebut patut untuk
kita selesaikan..
Insiden kekerasan beragama yang terjadi di Desa Suka
Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil telah mencederai
kehidupan dan berbangsa.
Jangan sampai kejadian kerusuhan serta kekerasan atas
nama SARA kembali terjadi di republik ini, sebagaimana kasus Pembakaran masjid
di Tolikara Papua, kasus Syiah di Sampang Jawa Timur, dan beberapa kasus SARA
yang sampai sekarang belum di selesaikan. Untuk itu semangat sumpah pemuda
tidak boleh enyah dan menghilang begitu saja setelah bangsa Indonesia meraih
kemerdekaan. Karena semangat itulah yang menjadi tonggak penting dalam
mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Semangat dan komitmen Sumpah
Kesadaran
Kamu Mudah
Peringatan Sumpah Pemuda
kali ini mungkin tidak banyak dibicarakan lagi oleh generasi Indonesia.
Hal ini menjadi sebuah evaluasi bersama apakah peringatan sumpah pemuda hanya
bersifat hafalan dari sebuah pelajaran sejarah di sekolah .
Suasana di bawah tekanan kolonialisme pada tahun 1928
silam, terbukti mampu membangkitkan sikap kebangsaan yang monumental. Tantangan
global dan nasioanal kini ada di depan kita semua, untuk itu generasi muda
harus bangkit serta memiliki sebuah kesadaran bersama, dalam berkehidupan
berbangsa dan bernegara.
Asean Economic Community yang akan dibuka pada 31
Desember 2015 nanti menjadi sebuah kompetisi terbuka. Bangsa Indonesia harus bersaing dengan negara-negara
Asean lainnya. Pemuda Indonesia harus berani menunjukan daya saingnya di
momentum internasional tersebut.
Kebangkitan para pemuda sangatlah diperlukan guna
kemajuan bangsa kita, Desentralisasi atau Otonomi daerah sepatutnya tidak
menjadi sebuah problem, ketika sebagai generasi mudah turut terlibat aktif
dalam konstalasi demokrasi.
Untuk itu mari kita bersama merefleksikan pesan sumpah
pemuda pada 1928 meningatkan kepada segenap bangsa Indonesia, bahwa bangsa ini
didirikan untuk semua golongan. Dengan demikian maka pembangunan haruslah
merata di seluruh Indonesia, Jika tidak maka akan ada yang merasa tidak
diberikan perhatian. Semoga spirit sumpah pemuda yaitu satu tanah air, satu
bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia tetap abadi dalam sanubari setiap anak
bangsa.

0 komentar:
Post a Comment