GENERASI TUMPUL= GENERASI GAME
ONLINE
Oeh: Syafrinda Kholida Z.L*
Di
era Modernisasi yang semakin pesat perkembang teknologi juga semakin canggih
masyarakat seakan ketergantungan dengan adanya teknologi yang semakin canggih
banyak media yang bisa diakses oleh masyarakat dengan cara yang begitu mudah, banyak
sekali aplikasi yang bisa mereka akses secara mudah tidak sebanding dengan dampak
yang ditimbulkan, dampak yang paling besar adalah remaja dan anak-anak
akhir-akhir ini menjadi sorotan adalah Game Online yang sekarang digandrungi
oleh Anak-anak.
Game Online adalah permainan video yang dimainkan
selama beberapa bentuk jaringan komputer , menggunakan komputer pribadi atau konsol
video game. Jaringan ini biasanya internet atau teknologi setara, tetapi game
online selalu digunakan apapun teknologi
saat ini: modem sebelum Internet, dan keras kabel terminal sebelum modem.
Perluasan game online telah mencerminkan keseluruhan perluasan jaringan
komputer dari jaringan lokal kecil ke internet dan pertumbuhan akses internet
itu sendiri. Game online dapat berkisar dari yang sederhana lingkungan berbasis
teks grafis game menggabungkan kompleks dan dunia maya dihuni oleh banyak
pemain secara bersamaan. Banyak permainan online terkait komunitas online ,
membuat game online suatu bentuk kegiatan sosial di luar permainan pemain
tunggal.game yang sangat digemari oleh anka-anak sekarang adalah Clash Of
Clan (COC) adalah game strategi yang
bercerita tentang pertarungan antar clan
di masa lalu. Dalam game ini, kamu akan berperan sebagai pimpinan dimana kamu
harus membangun desa dan membuat pasukan untuk melindungi desa atau menyerang
desa lain. Permainan ini terbilang cukup sulit bagi yang belum terbiasa
memainkan game bergendre srategi ini,Menurut Supercell, Clash of Clas adalah Sebuah
Permainan Strategi Tempur Epic Permainan ini membutuhkan pemikiran, perencanaan
dan pengelolaan sumber daya yang cermat untuk bisa sukses. Pemain juga harus
bekerja keras untuk merencanakan dan membangun desa dari awal, menyiapkan
pertahanan yang diperlukan untuk menangkis serangan musuh dan membuat tentara
semakin kuat.
Dampak dari
seringnya bermain Game Online pada prestasi anak adalah kuranganya semangat
untuk belajar karena mereka sudah kecanduan dalam bermain game tersebut pengawasan orang tua sangat dianjurkan agar
anak tidak keseringan memainkan Game anak-anak dalam memainkan game online bisa
sampai menghabiskan waktu 5-6 jam dalam sehari sedangkan kebanyakan anaka-anak
belajar paling lama 2-3 jam hari-hari mereka sering dihabiskan dengan bermain
game mengakibatkan prestasi anak bisa menurun mereka seakan tidak memperdulikan
dengan prestasi mereka padahal prestasi
itu penting untuk membawa mereka pada masa depan yang lebih baik
pendidikan nomer satu tapi dengan melihat fenomena sekarang pendidikan menjadi suatu
hal yang sangat diabaikan tidak lagi
menjadi suatu hal yang penting kesadaran dan dukungan dari orang-orang
disekitar mereka sangat dibutuhkan unutuk membuat mereka kembali mementingkan pendidikan
daripada hal-hal yang bersifat kesenangan semata.orang tua bisa menasehati
anaknya dengan melarang bermain game,tidak melarang tetapi memberikan
pengertian baik-bak kepada anak supaya tidak kecanduan bermain game online jika
anka-anak diperlakukan dengan kasar atau memberikan pengertian yang keras anak
bakal memberontak dan tidak menghiraukan apa yang orang tuannya mau , membatasi
waktu anak dalam bermain game memperbanyak memberikan pembelajaran yang baik
yang bikin anak lupa dengan bermain game, banyak sekali game yang berbasis pada
kekersan dan pornogarafi yang bisa memicu perkembangan anak yang tidak baik
membentuk kepribadian anka yang tidak baik pula.
Pandangan Komosi
Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Terkait dampak negatif yang muncul pada game online yang beredar di
Tanah Air saat ini,menyatakan keberatannya terhadap rancangan peraturan menteri
yang akan mengklasifikasi game secara jelas.Pasalnya, kebijakan tersebut
dinilai memicu semakin banyak game yang hadir dengan berbagai unsur yang tidak
sesuai dengan usia pemainnya.Untuk itu, ada beberapa himbauan dari KPAI terkait
kebijakan tersebut. Mereka juga menekankan bahwa KPAI tidak memintau untuk
menghapus RPN dari Kemenkominfo, tetapi merevisi bersama-sama dengan pihak
terkait. Berikut beberapa himbauan dari KPAI berdasarkan diskusi dengan para
media, Jumat (30/11/2015).
Pemerintah perlu
mengatur para penyelenggara game online sebagai bentuk penyedia jasa permainan
anak agar menciptakan game yg memiliki perspektif perlindungan, bukan melarang
anak bermain game Pemerintah wajib menyediakan game yang edukatif dan menambah wawasan baik
yang bersifat offline maupun online. Menurut KPAI, minim sekali alternatif
permainan yang memungkinkan anak bisa bermain game sesuai dengan tumbuh
kembangnya. Game yang tersedia harus terbebas dari unsur minuman, keras, narkoba,
kekerasan, seksual, judi, sadisme, horror, dan harus disesuaikan dengan usia,Melibatkan
pihak-pihak terkait yang lebih luas, seperti psikolog, pendidik, orangtua,
bahkan gamer itu sendiri agar memperoleh game yang sesuai,Penentuan rating
harus sebelum game tersebut beredar, sehingga pihak penyelenggara bisa
berkonsultasi dan melakukan revisi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
menilai terdapat delapan game online yang berbahaya bagi anak. Ini lantaran
dalam kedelapan game online tersebut ditengarai dapat membahayakan perkembangan
anak-anak Indonesia.Konten kekerasan dalam game online sangat berpengaruh buruk
kepada anak-anak, kata komisioner KPAI, Susanto saat menjadi pemateri dalam
pelatihan jurnalistik yang digelar Dewan Pers di Kota Bengkulu.dengan ini
perhatian orang tua sangat mempunyai pengaruh yang sangat besar karena keluarga
adalah yang paling dekat dengan mereka.tumbuhkanlah kembali rasa cinta mereka
kepada pendidikan karena itu yang menentukan masa depan mereka.
*Syafrinda
kholida zia lamas, Mahasiswi program studu ilmu komunikasih,fakultas ilmu
sosial dan budaya.

0 komentar:
Post a Comment