Menggapai Asa di Tengah Globalisasi Pendidikan
Oleh: Ratna Hidayah Sari
Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura,
jurusan ilmu
komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya
Kita
telah melihat putra-putri Indonesia menang dan menjadi juara di berbagai
olimpiade atau ajang kompetensi akademis yang dibina oleh Prof Yohanes Surya (salah satu pakar pencetak
pemenang) beberapa waktu lalu. Setidaknya itu berhasil membuang penat dan
gundah dunia pendidikan kita yang sedang terpuruk. Juga cukup menghibur kita
yang selama ini sering dijejali grafik-grafik peringkat pendidikan yang terbaik
sedunia.
Bahwa kenyataan menyebutkan Indonesia
berada di tingkat nomor sepatu dibanding Negara tetangga. Hal itu juga bisa
membuktikan bahwa dengan diraihnya
berbagai prestasi yang membanggakan tersebut dapat membuktikan ternyata
anak-anak Indonesia itu cerdas dan pintar karena berhasil mengalahkan
siswa-siswa yang berasal dari negara-negara kuat didunia.
Namun, dalam konteks makro, prestasi
“sesaat” itu jauh dari pembuktian peran pemerintah dalam membereskan masalah
pendidikam nasional. Ketimpangan dalam dunia pendidikan nasional merupakan
kisah sebuah bangsa yang lebih banyak sedihnya daripada senangnya. Kita baru
saja ingat cerita yang melatarbelakangi
“Laskar Pelangi ” yang mengusung kemiskinan pendidikan baik secara fisik
(gedung sekolah yang mirip kandang kambing; Andrea Hirata, Laskar Pelangi hal
25) atau minimnya SDM (guru, input siswa, dll). Atau kita dibuat terperangah dalam suatu
episode acara “Kick Andy” yang
menunjukkan gedung-gedung sekolah sekelas kandang kambing pada saat ini masih
banyak ditemukan di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Itulah salah satu
kisah sedih pendidikan kita. Disatu sisi anak-anak Indonesia menjadi pahlawan
di arena kompetisi Internasional, tetapi dilain sisi kita dibuat miris ketika
di lapangan masih banyak siswa yang terpaksa putus sekolah, tingkat kelulusan rendah,
dan masih terdapat diskriminasi terhadap mereka yang tak berpunya.
Salah satu cara untuk mengatasi masalah
pendidikan di Indonesia ini adalah diadakannya suatu standart mutu siswa
Indonesia yang sekiranya dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara umum
untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain dalam hal mencetak Sumber Daya
Manusia Indonesia yang baik dan berkualitas. Penulis mencoba menfokuskan bahasan pada
peningkatan standar mutu pendidikan dengan diselenggarakannya proses evaluasi
yang selama ini kita kenal dengan Ujian Nasional.

0 komentar:
Post a Comment